Senin, 12 Oktober 2015

Burung Elang Dan Filosofi Hidup



     Dalam kehidupan kita ini, kadang kita juga harus melakukan suatu keputusan yang sangat berat untuk memulai sesuatu proses pembaharuan. Kita harus berani dan mau membuang semua kebiasaan lama yang mengikat, meskipun kebiasaan lama itu adalah sesuatu yang menyenangkan dan melenakan.

Kita harus rela untuk meninggalkan perilaku lama kita agar kita dapat mulai terbang lagi menggapai tujuan yang lebih baik di masa depan.

Hanya bila kita bersedia melepaskan beban lama, membuka diri untuk belajar hal-hal yang baru, kita baru mempunyai kesempatan untuk mengembangkan kemampuan kita yang terpendam, mengasah keahlian baru dan menatap masa depan dengan penuh keyakinan.

Halangan terbesar untuk berubah terletak di dalam diri sendiri dan andalah sang penguasa atas diri anda. Jangan biarkan masa lalu menumpulkan asa dan melayukan semangat kita. Anda adalah elang-elang itu. Perubahan pasti terjadi. Maka itu, kita harus berubah
Elang sang predator dari singgasana awan. Kedai kopi philosophia

Sabtu, 19 September 2015

17 September 2015, Munculnya Kebijaksanaan

Perkataan saya yang kemudian diteruskan oleh kesepakatan teman-teman pondok Madinah memilih tanggal 17 September 2015 awal dari budaya diskusi tepatya dikedai kopi dan baca philosophia yang berada di Pondok madinah Jl. sultan alaudin 2,samping griya garaganti graha.Samata - Gowa.

Saya meyakini ini adalah momentum peubahan pola pikir menuju perbaikan dan momentum dari arkeologi pikiran yang mulai aus dan selanjutnya akan terus diasah dengan niat kami ini.

Kami sepakat setiap pekan 2 kali yaitu pada malam selasa dan malam jum'at kami akan mengadakan diskusi yang tidak bergeser dari pengembangan diri menuju keutamaan manusia yaitu rasionya. dari rasio itulah akan memunculkan kebijaksanan apabila rasio menjadi tolak ukur arah tindakan dan sikap mental kita. sesuai dengan nama kopi dan baca philosphia yang secara etimologi yaitu cinta kebijaksanan.

sudah tergambar jelas dalam isi kepala kami bahwanya dengan rutinitas ini , cepat atau lembat akan mengarahkan kepribadian kami pada kepribadian yang cinta kepada Buku dan manakala kami sudah berada pada sikap mental yang kurang bagus (baca : mengantuk) ,kami akan ditopang oleh racikan kopi ala kedai kopi philosophia yang tiba gilirannya menstabilkan kondisi metabolisme kami dalam kondisi semangat dan tetap rileks dan nyaman, terlebih dengan kehadiran rokok dan tampakan tampakan dari indra penglihatan kami ketika mendapati teman-teman sedang asyik membaca di pojok sana tanpa sedikitpun berkedip.

dengan IZIN Tuhan kami siap memegang komitmen ini dengan kesadaran penuh tanpa beban hidup yang terasa di pundak kami semua. 3:)